Volunteer Week 7 KSR PMI UNS: Bentuk Relawan Profesional
Assalamu’alaikum Wr. Wb
[K7719047] Muh Saddam Raufshanjani Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
A. Latar Belakang
Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar Volunteer Week and Youth Volunteer Competition pada Kamis-Minggu (12-15/12/2019). Untuk pertama kali gelaran ketujuh ini diadakan dengan skala nasional dari berbagai universitas di Indonesia yang jumlahnya 600 peserta yang terdiri dari 52 kontingen PMR Wira dan 18 Kontingen KSR yang ikut ambil bagian digelaran kali ini
B. Tujuan
Artikel ini memberikan informasi kepada para pembaca terkait gelaran acara Volunteer Week 7 berskala nasional yang pertama diadakan oleh KSR UNS yang sudah berlangsung pada bulan Desember 2019 lalu
C. Pembahasan
Sesuai dengan temanya, yakni “Relawan Profesional: Panggilan dari Hati untuk Mengabdi”, Volunteer Week ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para relawan kepalangmerahan agar menjadi relawan yang profesional. “Harapannya Volunteer Week 7 ini mampu mengasah keterampilan dan kemampuan PMR Wira maupun KSR. Sehingga dapat menjadi relawan yang profesional dan tangguh, selalu siap siaga dalam kondisi apapun” jelas Arif Sudarsono, Komandan KSR PMI Unit UNS.
Sementara itu, Prof. Sajidan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNS, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas penyelenggaraan acara ini. Ia berpesan agar para peserta memanfaatkan momen ini sebagai ajang membangun relasi dengan relawan dari berbagai daerah. “Jadi bukan hanya kompetisi saja, tapi juga relasi. Keahlian sebagai seorang relawan perlu dipupuk dan ditingkatkan terus. Sehingga dapat melakukan penyelematan, pendampingan, dan perawatan terbaik,” jelasnya.
Hal baru lainnya dari Volunteer Week ini adalah beberapa jenis perlombaan yang pertama kali diadakan tahun ini. Yakni desain filtrasi air, pemetaan pengurangan risiko bencana, Pertolongan Pertama Korban Banyak (PPKB), LKTI, dan infografis kepalangmerahan serta profil PMR. “Di lomba pemetaan, peserta akan memetakan gedung-gedung dan tempat di UNS. Hasilnya bisa menjadi masukan bagi UNS, tapi perlu dikurasi oleh juri dahulu. Di PPKB itu juga diperlukan strategi dan tekad yang lebih. Ini mengasah ketangguhan relawan,” kata Angga, Ketua Volunteer Week 7.
Di akhir kompetisi akan diadakan evaluasi dan diskusi bersama dalam forum besar juri dan peserta. Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia. Salah satunya PMR Unit Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo, Jawa Timur. Uswatun Khasanah, pembina unit tersebut, merasa sangat senang dengan adanya kompetisi ini. “Kompetisi ini menjadi salah satu media berproses dan penyaluran kreativitas anak-anak kami. Anak-anak pun sangat antusias dalam pelatihan selama satu bulan terakhir,” tuturnya.
Dukungan terhadap acara ini juga datang dari PMI Pusat, PMI Jateng, PMI Surakarta, dan Pemerintah Kota Surakarta. Hal ini ditunjukkan dengan adanya rekomendasi dari PMI Pusat, Jateng, dan Surakarta juga kehadiran perwakilan masing-masing instansi pada pembukaan Volunteer Week. Diantaranya, Muh Arif Sunarto dari PMI Surakarta.
D. Kesimpulan
Sebagai seorang mahasiswa berorganisasi sangatlah penting, terutama mengikuti KSR PMI UNS karena menjadikan mahasiswa menjadi tenaga relawan yang peduli terhadap lingkungan sekitar serta meningkatkan kemampuan mereka dan gelaran Volunteer Youth ini merupakan salah satu wadah bagi para mahasiswa meningkatkan keterampilan dan kemampuannya ke jenjang relawan palang merah sehingga gelaran ini bukan hanya sebuah kompetisi untuk mencari pemenang tapi justru memberikan imu yang berharga bagi para peserta yang mengikutinya. Atas perhatiannya, kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Komentar
Posting Komentar